Pemimpin yang di rindukan
Saat pertama kali memandangmu,
aku tak sekadar melihat sosok biasa,
ada cahaya yang tak kasat mata,
namun terasa hingga ke relung jiwa.
Pada dirimu,
terpancar sinar yang teduh dan menenangkan,
bukan hanya indah dipandang,
namun juga menghangatkan harapan.
Wajahmu berseri,
laksana rembulan di malam sunyi,
menerangi tanpa menyilaukan,
menuntun tanpa memaksa arah langkah kami.
Apa rahasia yang kau simpan dalam diam?
Apa yang kau tanam dalam laku dan pikiran?
Hingga setiap tatap yang tertuju padamu,
berubah menjadi hormat… dan kerinduan.
Engkau bukan sekadar dipuji,
namun dirindukan dalam sunyi,
sebagai pemimpin yang adil dalam keputusan,
jujur dalam perkataan,
dan bijaksana dalam setiap langkah kehidupan.
Sadarkah engkau?
Bahwa senyummu bukan hanya menenangkan,
tetapi juga menguatkan,
menjadi alasan bagi banyak hati untuk tetap percaya.
Dan kami,
yang pernah melihat cahaya itu,
akan selalu merindukan kehadiranmu
bukan karena kemegahanmu,
melainkan karena ketulusanmu.
Wallahu a'lam bishowaf


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda