Minggu, 03 Mei 2026

Malam Yang Panjang

 Duduk sendirian sambil merenung, di malam yang mulai hadir ini, dalam renungan ada harapan dalam sebuah keadaan hari esok, sebuah pertanyaan kecil pada diri ini.

Besok aku harus bagaimana?

Apa yang aku perbuat?

Apakah membawa dampak baik bagi diriku?

Patutkah aku melakukannya?

Mengapa aku harus melakukan ini?

Dalam malam yang panjang ini, renungan dalam dalam keheningannya, di temani suara jangkrik yang bersahutan, keinginan hasrat terdalam memperbaiki diri atas kesalahan masa lalu, tanggung jawab untuk membenahi diri ke arah yang lebih baik.

Membentuk pribadi terbuka dari sebelumnya, lebih tranparan tiada rahasiaku.

Biarkan semua tahu bahwa aku sedang berproses, menjadi diri yang apa adanya, tanpa topeng topeng palsu.

Di malam yang panjang ini, merenung mengenang masa lalu, masa kanak kanak yang tak bisa di ulang kembali, kerinduan dimasa ibu dan ayah tercinta membimbingku untuk menjadi pribadi yang jujur, bijak, dan mengikuti ajaran luhur turun temurun keluarga.

Di malam yang panjang ini, suasana hati mengenang masa masa berproses, aku hanyalah manusia biasa, rasa kehilangan arah di sebabkan mengikuti ego dari pada petunjuk orang tua.

Dimalam yang panjang ini, kutitipkan salam untuk semua generasiku dimasa yang akan datang, selalu berbuat baik dimana pun berada, menerima kekalahan bukanlah kelemahan, melainkan proses pembentukan diri untuk selalu mengamati dan mempelajari proses mengenal diri.

Cerita pendek ini ku tulis untuk nasehat diri dan generasiku di kemudian hari.

Karya Rizwan Hidayat Chaniago

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda